Kamis, 01 Desember 2011
A. PENGERTIAN PENDIDIKAN
Kamis, 17 November 2011
3 HAL PEMICU KESUKSESAN
Apakah anda sudah membaca postingan saya yang kemarin?...”Awal menuju sukses” kalau anda belum membaca bahkan belum berkunjung sama sekali silahkan klik disini untuk membuka halaman “Awal menuju sukses”
Dalam posting kali ini saya akan sedikit mengungkap tentang 3 hal yang berperan sebagai pemicu kesuksesan,sebenarnya banyak sekali hal-hal yang dapat memicu kesuksesan bagi semua orang,mungkin puluhan bahkan ratusan…tapi saya kira yang paling kuat sebagai pemicu kesuksesan adalah 3 hal yang mungkin juga termasuk sebagai modal awalan menuju kesuksesan
1.Takut kemiskinan akan menimpanya
Ketika orang sudah merasa takut dengan datangnya kemiskinan maka dengan susah payah orang tersebut akan menghindar dari kemiskinan.
Siang hari bahkan sampai malam kerja keras,ada juga yang merantau rela meninggalkan tanah kelahiranya,meninggalkan istri dan anak tercinta karena hanya menginginkan hidupnya berubah menjadi lebih baik
Ketika orang selalu berusaha menghindar dari kemiskinan maka saya yakin kesuksesan akan datang menjemputnya mungkain anda bisa berfikir bagaimana bila orang sudah berada pada posisi sebaliknya.
2.Takut akan kebodohan yang menimpa
Setiap orang tidak ingin diriya/keturunanya menjadi orang yang bodoh bekerja keras memeras keringat membanting tulang mencari uang demi membiayai anak-anaknya karena takut akan kebodohan,bagi yang belum berkeluarga mereka selalu belajar dengan keadaan.
Hidup itu kejam,kalau kita tidak mau belajar,belajar dan belajar maka bersiap-siaplah menjadi sarapan mereka-mereka yang takut akan kebodohan
Tapi ketika orang sudah takut akan kebodohan dengan susah payah orang tersebut salalu menghindar dari kebodohan,orang tersebut akan menjadi cerdas,penuh ide/kaya akan gagasan diimbangi juga dengan pola fikir yang kreatif dan inofatif
Orang seperti inilah yang mempunyai modal awal untuk melangkah menuju kesuksesan
3.Takut akan hinaan dan cacian
Kalau orang sudah tidak prnah takut dan tidak pernah mau menghindar dari yang nomor 3 ini berarti orang tersebut sudah parah dan perlu dipertanyakan,kalaupun dia sukses karena mungkin menghalalkan segala cara dan kalaupun dia tidak sukses maka sudah sewajarnya
Bagaimana?.....
Sebagai orang yang ingin sukses apakah anda siap untuk menghindar dari 3 hal yang saya ungkapkan?....
Atau mungkin ada tambahan?...silahkan inggalkan komentar anda
Rabu, 16 November 2011
Kamis, 10 November 2011
Pendayaan Sains dan Teknologi dalam Menghadapi Tantangan Dunia Global
Seminar yang digagas oleh Senat Mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi bermuara pada satu pandangan bahwa sains didayagunakan untuk mensejahterakan manusia di tengah arus globalisasi dunia. [2] Kemajuan sains dan teknologi telah didorong kuat oleh perkembangan gabungan media, telekomunikasi dan komputer, sehingga dunia telah berubah menjadi “kecil” seperti suatu “desa global ”, dimana orang dengan cepat dapat mengetahui apa yang terjadi dibagian lainnya dari “desa” itu.[3]
Sesuai dengan ramalan Alfin Tofler bahwa zaman kini dan yang akan datang dunia berada pada “gelombang ketiga”, yaitu zaman komunikasi, maka peradaban manusia adalah perabadan Hitech (teknologi tinggi) yang menyebar luas dalam waktu yang singkat[4] Salah satu faktor determinan untuk menang dalam era globalisasi ini, pendayagunaan sains dan teknologi diyakini mutlak penting. Paradigma ini tidak saja dinyatakan oleh Sachs (1995), Toffler (1990), Reich (1991) dan Quinn (1992) untuk menyebut hanya empat orang saja, namun juga oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Presiden SBY dalam kuliah umum di Universitas Indonesia (6 Agustus 2007) dan Universitas Airlangga (4 September 2007) menegaskan pentingnya sains dan teknologi (Iptek) dan upaya memicu perkembangannya, khususnya melalui riset. Bahkan lebih tegas lagi Presiden SBY menyatakan: Jika kita mampu membuat sendiri segala produk teknologi yang kita butuhkan, mengapa kita harus melakukan impor.
Oleh karena itulah, melalui kegiatan seminar ini, saya ingin memberikan beberapa catatan penting terkait dengan pendayagunaan sains dan teknologi dalam menghadapi tantangan dunia global. Namun sebelum pokok pembahasan tersebut diberikan, berikut ini dijelaskan terlebih dahulu tentang posisi kemampuan sains dan teknologi, daya saing bangsa dan kualitas perguruan tinggi. Sains dan teknologi global kemudian tantangan pendayagunaan sains dan teknologi serta diakhiri dengan penutup.
A. Posisi Kemampuan Sains dan Teknologi, Daya Saing Bangsa dan Kualitas Perguruan Tinggi.
1. Kontribusi negara-negara Islam terhadap Karya Ilmiah Dunia
Science Citation Index 2004 menunjukkan hasil risetnya bahwa sebanyak 46 negara Islam memberi kontribusi hanya 1,17 persen saja pada penerbitan karya ilmiah dunia. Angka ini lebih rendah bila dibandingkan dengan sumbangan India sebesar 1,66 persen dan Spanyol 1,48 persen. Selanjutnya sebanyak 20 negara Arab menyumbang hanya 0,55 persen dari total karya ilmiah dunia. Sedangkan Israel menyumbang 0,89 persen, Jerman 7,7 persen, Inggris 7,9 persen, Jepang 8,2 persen dan Amerika 30,8 persen.
Disamping itu, negara-negara Islam hanya mengalokasikan anggaran belanja sebanyak 0,45 persen saja dari GNP untuk pengembangan IPTEK. Sedangkan negara-negara maju yang tergabung dalam Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) menghabiskan dana sebanyak 2,30 persen dari GNP untuk keperluan yang sama. Ketersediaan SDM untuk mendukung kegiatan riset dan pengembangan di negara-negara Islam juga terbatas. Rata-rata negara Islam memiliki 8,8 ilmuwan, insinyur dan teknisi per 1000 penduduk, dibandingkan dengan negara-negara OECD yang memiliki 139,3 atau 40,7 di negara-negara maju di luar OECD.
Oleh karena itu, Islamic Educational Scientific and Cultural Organization (ISESCO, 2000) melaporkan, sebanyak 57 negara Islam yang tergabung dalam OKI memiliki sekitar 1,1 miliar penduduk atau 20 persen penduduk dunia. Mereka mendiami wilayah seluas 26,6 juta kilometer persegi, dan menyimpan sebanyak 73% cadangan minyak dunia. Namun gabungan negara itu ternyata hanya memiliki GNP sebesar 1,016 miliar dolar AS. Sedangkan Perancis, negara yang hanya berpenduduk 57,6 juta jiwa dan mendiami wilayah hanya 0,552 juta kilometer persegi, memiliki GNP sebanyak 1,293 miliar dolar AS.
ISESCO juga melaporkan hasil risetnya bahwa negara-negara Islam hanya mengalokasikan anggaran belanja sebanyak 0,45 persen saja dari GNP untuk pengembangan IPTEK. Sedangkan negara-negara maju yang tergabung dalam Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) menghabiskan dana sebanyak 2,30 persen dari GNP untuk keperluan yang sama.
2. Daya Saing Bangsa
Dilihat dari segi daya saing manusia, bangsa kita tergolong rendah bila dibandingkan dengan negara-negara lain seperti dalam tabel berikut ini:
C. Tantangan Pendayagunaan Sains dan Teknologi
Dari kemajuan-kemajuan sains tersebut memungkinkan akan menumbuhkan materialisme dan rasionalisme tanpa mengindahkan nilai-nilai agama bahkan bisa jadi akan menuhankan kemajuan sains diatas segala-galanya sebagai kekuatan hidup, sehingga hal itu mampu merubah pola kemasyarakatan, pola pikir dan gaya hidup manusia yang lebih konsumtif dan hedonistik. Apabila kehidupan manusia dipengaruhi oleh perkembangan pengetahuan tentang sains, maka pengetahuan tentang sains dari suatu bangsa akan dipengaruhi pula oleh sejauh mana pengetahuan masyarakat dari bangsa tersebut tentang sains yang pada gilirannya akan mempengaruhi kualitas sumber daya manusia dari bangsa tersebut. Bahkan Bacon berpendapat “iptek harus digunakan untuk memperkuat kemampuan manusia di bumi, iptek hanya berarti bila nampak dalam kekuasaan manusia; iptek manusia adalah kekuasaan manusia”.
Era global yang ditandai dengan perkembangan sains dan kecanggihan teknologi, persebaran informasi, interaksi ekonomi-bisnis, dan kebijakan politik internasional merupakan tantangan besar kemanusiaan saat ini.[9] Dengan teknologi komunikasi dan informasi dunia memang terasa menjadi sempit dan kecil. Tanpa keimanan, kecanggihan produk Iptek tersebut dapat mendorong manusia ke sikap sombong dan melupakan Tuhan. Tanpa pegangan iman pola kehidupan yang makin mengglobal ini akan mudah membawa orang-orang terombang-ambing, terlanda stress dan ketersaingan. Tetapi dengan keimanan orang akan tangguh menghadapinya karena proses tersebut dipamahi sebagai bagian dari sunnatullah yang tak mungkin dihindari.
Sebagai bagian terbesar dari bangsa Indonesia, umat Islam harus mampu menggali dan mendayagunakan ajaran agamanya di dalam mendayagunakan sains dan teknologi untuk menjawab tantangan dunia global. Umat Islam harus memelopori dan membawa bangsa ini tampil di gelanggang percaturan dan persaingan global tanpa kehilangan jati dirinya sebagai bangsa yang beriman dan bertakwa. Ini sekaligus merupakan upaya konkrit untuk turut mengarahkan aliran arus globalisasi yang kian hari kian menggoda dan menantang.
10 Cara Mengatasi Masalah Malas
- Amalkan doa mengelak diri dari malas
- Ingat sasaran dan matlamat diri anda
- Teknik 10 Minit Aje
- Banyak membaca bahan motivasi
- Susun dan mudahkan jadual anda
- Rehat dan tidur yang cukup
- Bersenam dan beriadah
- Berkawan dengan orang yang positif
- Amalkan teknik pernafasan
- Suarakan moto anda
Sebenarnya adik-adik, apabila kita berdoa kepada Allah (S.W.T), itu menunjukkan bahawa kita memang bersungguh-sungguh untuk berubah. Doa dan kesungguhan itulah yang akhirnya akan menggerakkan seluruh tubuh badan kita untuk berubah menjadi rajin.
Contohnya jika adik-adik rasa malas ke sekolah di waktu pagi, adik-adik akan terfikir bahawa selepas solat subuh tadi adik-adik baru sahaja berdoa supaya terhindar dari sifat malas. Jadi secara automatik, adik-adik akan membuang segala perasaan malas adik-adik.
Memimpin itu Berat
Kamis, 03 November 2011
jangan pernah takut menghadapi masalahKawan, dunia ini terkadang tidak adil. Ketika lo sudah berjalan sesuai arah, pasti ada aja halangan. Entah ringa
Kawan, dunia ini terkadang tidak adil. Ketika lo sudah berjalan sesuai arah, pasti ada aja halangan. Entah ringan atau berat. Mulai dari soal pacar selingkuh, nggak punya uang, kuliah lum selesai, cari pekerjaan dan banyak lagi. Jangan pernah takut menghadapi tantangan hidup ini guys. Jauhkan pikiran lo dari rasa takut, karena hal tersebut berakibat terhadap putusnya proses berpikir dan bertindak. Pada saat lo mendapat tantangan besar dan menuntut lo untuk bertindak, maka dengan bermodal keyakinan dalam diri lo, lawan dan hadapilah tantangan tersebut dengan penuh keberanian.
Kegembiraan dan kemenangan hanya bagi mereka yang memiliki keberanian dan keyakinan kuat. Jika pertama kali berproses lo sudah menyerah terhadap tantangan, menjadi sangat mungkin sekali terjadi “patahnya semangat” yang seharusnya menjadi sayap untuk membawa lo terbang dan terus berjuang melawan perasaan takut dan lain sebagainya. Maka dengan demikian, tumbuhlah sejuta kekuatan dan keberanian untuk terbuka dan mau melihat apa yang ada dihadapan lo bukan melarikan diri darinya.
Menjadi sangat penting diingat, didalam keyakinan tidak ada ketakutan dan keyakinan yang sempurna akan meleyapkan semua ketakutan. Jadilah pemberani dan terimalah segala tantangan demi hidup yang lebih hebat dan penuh dengan perjuangan
perjuangan tantangan hidup
Sebenarnya saya gak pernah punya bayangan akan bekerja di kota Jakarta. Karena, selama ini saya kuliah dan bekerja di Surabaya. Tetapi, pada suatu ketika saya mendapat email panggilan tes dari sebuah perusahaan IT di Jakarta. Pada saat itu terlintas dalam pikiran untuk memenuhi panggilan tersebut. Saya yakin bisa mendapatkan pekerjaannya.
Tentu, kedua orang tua saya sangat kaget. Karena, di Jakarta saya gak punya saudara dan mungkin orang tua sangat kuatir berhubung saya perempuan. Namun, akhirnya saya bisa meyakinkan kedua orang tua. Padahal dalam hati ada rasa kuatir juga. Apalagi saya gak punya bayangan sama sekali dengan kota yang akan saya hadapi nanti. Beruntung sekali, teman saya rumahnya dikostkan. Jadi begitu tiba di Jakarta, saya langsung menuju ke rumahnya.
Tetapi kenyataan tak seindah bayangan. Setelah saya dites (tertulis, wawancara) dan sempat training seminggu, ternyata perusahaan tersebut menyuruh saya menunggu 2 minggu untuk mengetahui apakah saya akan diterima bekerja atau tidak. Dan, alasan lainnya, posisi yang akan saya duduki adalah posisi cadangan, yang istilahnya belum begitu dibutuhkan.
Saat itu saya bingung sekali, karena saya sangat mengharapkan bisa kerja di tempat tersebut dan rasanya gak mungkin hidup di Jakarta menganggur. Akhirnya saya mencari lowongan kerja lewat job fair di internet dan di koran.
Ada satu hal yang membuat saya sempat patah semangat. Pada saat mau menitip lamaran pada teman yang bekerja di perusahaan BUMN, teman saya bilang kalau lamaran saya percuma dan pasti akan dbuang ke tempat sampah karena saya tidak punya saudara anggota dewan atau pejabat. Saya sempat hopeless dan cerita kepada ibu saya. Tetapi ibu menasehati, jangan pernah bergantung kepada orang lain. Bergantunglah hanya kepada Tuhan YME dan hatimu akan tenang.
Nasehat ibulah yang membuat saya tetap bertahan dan terus berjuang. Meskipun sampai 2 bulan lamanya saya masih menganggur. Tetapi dalam hati kecil saya yakin, pada suatu hari pasti akan mendapatkan pekerjaan. Dan dalam hati saya berjanji gak akan pernah menggantungkan diri ataupun terlalu mengharapkan bantuan orang lain. Saya minta doa kedua orang tua saya dan saya gak berhenti berdoa siang dan malam agar diberi jalan untuk mendapatkan pekerjaan.
Setelah 2 bulan berusaha melamar ke sana ke mari, akhirnya teman saya nawarin ikut jadi marketing credit card. Kita nawarin credit card secara door to door ke gedung-gedung perkantoran. Hasilnya? Saya kenyang mengalami penolakan dengan cara halus maupun kasar. Tapi saya mencoba bertahan, karena kesempatan yang ada memang hanya itu.
Baru sebulan saya jadi marketing credit card, ada tawaran dari sebuah perusahaan telekomunikasi untuk jadi pegawai kontrak 3 bulan. Tanpa berpikir panjang saya terima tawaran itu. Saat itu saya tidak memikirkan berapa gajinya. Yang penting saya bisa kerja.
Belum genap 2 bulan di perusahaan tersebut, datang tawaran dari sebuah bank asing. Dan yang fantastis, gaji yang ditawarkan 2 kali lipat dari gaji sebelumnya, padahal saya belum pernah mempunyai pengalaman di operasional perbankan. Tetapi saya yakin saya mampu melakukannya.
Setelah bekerja di bank tersebut selama 6 bulan saya merasa hidup saya datar-datar saja dan ingin tantangan baru. Maka saya kuliah lagi, ambil S2. Padahal jika dipikir secara logika saat itu status saya masih karyawan kontrak dan tidak ada kepastian apakah akan diperpanjang. Tetapi dengan bekal keyakinan diri, saya berani mengambil keputusan besar tersebut. Walaupun jauh dari mapan, tetapi saya yakin selama mau berjuang pasti akan ada jalan. Saya yakin akan mampu membiayai kuliah sampai lulus.
Ternyata sebelum kontrak kerja saya habis di bank asing tersebut saya bisa mendapatkan tawaran pekerjaan lagi di sebuah perusahaan vendor telekomunikasi, sekalipun statusnya juga karyawan kontrak. Teman-teman saya banyak yang menjuluki saya kutu loncat. Tetapi sebenarnya bukan seperti itu. Bagi saya, setiap ada peluang dan kesempatan kenapa kita tidak mengambilnya.
Saat ini saya masih bekerja di perusahaan telekomunikasi tersebut. Di sini masih banyak hal yang harus dipelajari. Saya ingin cari pengalaman sebanyak-banyaknya dari perusahaan-perusahaan yang pernah saya tempati. Karena, saya punya impian suatu hari nanti, minimal 5 tahun mendatang, saya mempunyai perusahaan outsourcing SDM sendiri. Kebetulan saya mengambil kuliah jurusan Manajemen SDM dan menurut saya bisnis outsourcing SDM ke depan gak ada matinya.
Yang selalu saya tanamkan dalam diri, jangan pernah menyerah apapun tantangan yang kita hadapi. Dan pergunakan peluang maupun kesempatan sebaik-baiknya. Serta, jangan pernah menggantungkan diri terhadap bantuan orang lain. Mungkin saat ini saya harus berpuas diri menjadi karyawan kontrak, tetapi saya yakin sesuai target minimal 5 tahun mendatang saya mempunyai perusahaan outsourcing yang bisa saja menjadi partner perusahaan yang sekarang saya tempati. Semoga.